Kucing Leopard (Kucing Hutan Bengal) - Hi, selamat pagi bertemu lagi dengan web info kucing terkeren dikesempatan ini admin akan membawa pembahasan hal tentang info kucing terbaik lihat selengkapnya Kucing Leopard (Kucing Hutan Bengal) Agar menerima informasi informasi lain nya yg pasti termahal, silahkan kunjungi blog
Kucing Leopard (Kucing Hutan Bengal) - Hi, selamat pagi bertemu lagi dengan web info kucing terbaik di kesempatan ini admin akan membawa pembahasan hal tentang info kucing terbaik Agar menerima pembahasan pembahasan lain nya yg pasti terbaru, silahkan kunjungi blog seputarkucing18
Kucing Leopard
Kucing Hutan Leopard yang berada di Jawa sering disebut sebagai "Meong Congkok" dan di bahasa liatin (ilmiah) biasa dinamakan bengalensis, melahirkan salah satu spesies kucing liar yang dilindungi di Indonesia.
Kucing hutan (Kucing Leopard) alias Prionailurus bengalensis, di bahasa Inggris disebut sebagai leopard cat yang bulunnya mempunyai tutul - tutul menyerupai corak kulit
macan tutul(leopard) meskipun secara taksonomi keduanya berebeda genus. Kucing Leopard hutan bergenus Prionailurus sedang genus harimau tutul adalah Panthera.
Baca Juga Kucing Bakau
| Kucing alas ini disebut Leopard Cat lantaran motif bulunya yang tutul-tutul |
Detail Kucing Leopard
Leopard cat / Kucing alas mempunyai alam sebaran yang lumayan luas melingkupi India, Afghanistan, Nepal, Pakistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Cambodia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Philipina, Laos, Malaysia, Singapura,
Indonesia(Jawa, Kalimantan, Sumatera), engat sampai ke Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Rusia, Taiwan, China, dan Hong Kong.
Habitat kucing alas juga bervariasi, boleh melingkupi alas tropis, semak belukar, alas pinus, semi - gurun, alam pertanian, engat alam bersalju tipis. Kucing yang dilindungi ini boleh bertahan hidup di habitat dengan ketinggian mencapai 3.000 mdpl, super sekali bukan ?
Ukuran awak kucing ini hampir sama dengan kucing - kucing biasa (kucing domestik, Felis silvestris catus). Kucing alas yang ditemukan di Indonesia memegang bujur awak sekitar 46 cm dengan berat awak berkisar 2,2 kg dengan bujur ekor sekitar separo dari bujur tubuhnya.
Warna bulu pada kucing jenis ini bervariatif bagi alam hidupnya. Di alam kidul termasuk Indonesia pastinya yang cenderung berwarna alas kuning kecoklatan, tetapi di alam utara (seperti Rusia dan Jepang) didominasi bermacam-macam abu - abu silver. Bulunya sangat halus dan pendek. Warna alas ini diselingi pola belang - belang hitam dari bagian akal sampai tengkuk. Sedangkan pada bulu di alam yang bertotol - totol hitam. Pola bulunya yang bertotol ini membuat kucing alas ini dikenal sebagai leopard cat (kucing harimau tutul).
Kucing alas melahirkan binatak nokturnal yang bertambah berjibun beraktifitas di malam hari termasuk untuk berburu bulan-bulanan bagai burung, tikus,
bajing, tupai, serangga, ampibi, kelinci,
kancildan binatang halus lainnya.
Binatangkarnivora ini berbagai jenis kucing lainnya melahirkan binatang yang sangat pandai di urusan panjat memanjat, Bahkan, meski serau melakukan panjat daki ini, kucing alas mempunyai kemampuang yang apik di berenang.
Sub spesies Kucing Hutan (Kucing Leopard)
Kucing alas yang dulunya dimasukkan di genus Felis, bahkan di PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, kucing alas lagi ditulis dengan nama keilmuan Felis bengalensis.
![]() |
| Kucing alas di Jawa disebut juga meong congkok |
Kucing alas (P. bengalensis) terdiri dari duet sub spesies adalah P. B. bengalensis dan P. B. iriomotensis. Akan tetapi berasas pengurangan morfologi, Groves (1997) menyarankan untuk membaginya kembali di beberapa spesies berparak yang sesuai dengan awal alam alias pulau kucing alas tersebut.
Beberapa sunspesies tersebut antara lain: Prionailurus bengalensis alleni (China), Prionailurus bengalensis bengalensis (India, Bangladesh, Asia Tenggara daratan, Yunnan), Prionailurus bengalensis borneoensis (Borneo), Prionailurus bengalensis Chinensis (China, Taiwan, Filipina), Prionailurus bengalensis euptailurus (Siberia, Mongolia), P.B heaneyi (Pulau Palawan, Filipina), Prionailurus bengalensis horsfieldi (Himalaya), Prionailurus bengalensis javanensis (Jawa, Indonesia), Prionailurus bengalensis rabori (Filipina), Prionailurus bengalensis sumatranus (Sumatra, Indonesia), Prionailurus bengalensis trevelyani (pakistan), dan Prionailurus bengalensis iriomotensis (Jepang).
Konservasi Kucing Hutan(Kucing Leopard)
Kucing alas (Prionailurus bengalensis) dikategorikan di suatu status konservasi Least Concern (Resiko Rendah) akibat
IUCN Redlistkecuali pada sub spesies P.B iriomotensis yang berstatuskan Endangered (Terancam).
Sedangkan akibat CITES, kucing alas didaftar di Apendiks II Kecuali untuk kucing jenis alas dari komunitas di Bangladesh, India dan Thailand yang dimasukkan di daftar Apendiks I. Di berbagai negara, kucing liar bermotif yang sangat mirip dengan harimau tutul ini pun dilindungi akibat hukum daerah masing - masing termasuk di Indonesia yang memasukkan binatan ini di daftar binatang binatang yang dilindungi berasas
PP No. 7 Tahun 1999tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.
Apalah namanya kucing hutan, meong congkok, leopard cat, kucing harimau tutul, alias Prionailurus bengalensis yang pastinya kucing liar ini telah memilih Indonesia sebagai salah satu habitatnya, jadi mari kita lestarikan ! Kucing Leopard
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Ordo: Carnivora; Famili: Felidae; Genus: Prionailurus; Spesies: P. bengalensis; Nama binomialPrionailurus bengalensis ( Kerr , 1792).
Kucing Leopard (Kucing Hutan Bengal)
Demikan ulasan mengenai Kucing Leopard (Kucing Hutan Bengal), semoga tulisan ini dapat bermanfaat pembaca terima kasih
Artikel ini diposting pada label , jenis kucing lucu, cara perawatan kucing bengal, , tanggal 09-09-2019
|https://seputarkucing18.blogspot.com|seputarkucing18}
Kucing Leopard
Kucing Hutan Leopard yang berada di Jawa sering disebut sebagai "Meong Congkok" dan di bahasa liatin (ilmiah) biasa dinamakan bengalensis, melahirkan salah satu spesies kucing liar yang dilindungi di Indonesia.
Kucing hutan (Kucing Leopard) alias Prionailurus bengalensis, di bahasa Inggris disebut sebagai leopard cat yang bulunnya mempunyai tutul - tutul menyerupai corak kulit
macan tutul(leopard) meskipun secara taksonomi keduanya berebeda genus. Kucing Leopard hutan bergenus Prionailurus sedang genus harimau tutul adalah Panthera.
Baca Juga Kucing Bakau
| Kucing alas ini disebut Leopard Cat lantaran motif bulunya yang tutul-tutul |
Detail Kucing Leopard
Leopard cat / Kucing alas mempunyai alam sebaran yang lumayan luas melingkupi India, Afghanistan, Nepal, Pakistan, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Cambodia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Philipina, Laos, Malaysia, Singapura,
Indonesia(Jawa, Kalimantan, Sumatera), engat sampai ke Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Rusia, Taiwan, China, dan Hong Kong.
Habitat kucing alas juga bervariasi, boleh melingkupi alas tropis, semak belukar, alas pinus, semi - gurun, alam pertanian, engat alam bersalju tipis. Kucing yang dilindungi ini boleh bertahan hidup di habitat dengan ketinggian mencapai 3.000 mdpl, super sekali bukan ?
Ukuran awak kucing ini hampir sama dengan kucing - kucing biasa (kucing domestik, Felis silvestris catus). Kucing alas yang ditemukan di Indonesia memegang bujur awak sekitar 46 cm dengan berat awak berkisar 2,2 kg dengan bujur ekor sekitar separo dari bujur tubuhnya.
Warna bulu pada kucing jenis ini bervariatif bagi alam hidupnya. Di alam kidul termasuk Indonesia pastinya yang cenderung berwarna alas kuning kecoklatan, tetapi di alam utara (seperti Rusia dan Jepang) didominasi bermacam-macam abu - abu silver. Bulunya sangat halus dan pendek. Warna alas ini diselingi pola belang - belang hitam dari bagian akal sampai tengkuk. Sedangkan pada bulu di alam yang bertotol - totol hitam. Pola bulunya yang bertotol ini membuat kucing alas ini dikenal sebagai leopard cat (kucing harimau tutul).
Kucing alas melahirkan binatak nokturnal yang bertambah berjibun beraktifitas di malam hari termasuk untuk berburu bulan-bulanan bagai burung, tikus,
bajing, tupai, serangga, ampibi, kelinci,
kancildan binatang halus lainnya.
Binatangkarnivora ini berbagai jenis kucing lainnya melahirkan binatang yang sangat pandai di urusan panjat memanjat, Bahkan, meski serau melakukan panjat daki ini, kucing alas mempunyai kemampuang yang apik di berenang.
Sub spesies Kucing Hutan (Kucing Leopard)
Kucing alas yang dulunya dimasukkan di genus Felis, bahkan di PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, kucing alas lagi ditulis dengan nama keilmuan Felis bengalensis.
![]() |
| Kucing alas di Jawa disebut juga meong congkok |
Kucing alas (P. bengalensis) terdiri dari duet sub spesies adalah P. B. bengalensis dan P. B. iriomotensis. Akan tetapi berasas pengurangan morfologi, Groves (1997) menyarankan untuk membaginya kembali di beberapa spesies berparak yang sesuai dengan awal alam alias pulau kucing alas tersebut.
Beberapa sunspesies tersebut antara lain: Prionailurus bengalensis alleni (China), Prionailurus bengalensis bengalensis (India, Bangladesh, Asia Tenggara daratan, Yunnan), Prionailurus bengalensis borneoensis (Borneo), Prionailurus bengalensis Chinensis (China, Taiwan, Filipina), Prionailurus bengalensis euptailurus (Siberia, Mongolia), P.B heaneyi (Pulau Palawan, Filipina), Prionailurus bengalensis horsfieldi (Himalaya), Prionailurus bengalensis javanensis (Jawa, Indonesia), Prionailurus bengalensis rabori (Filipina), Prionailurus bengalensis sumatranus (Sumatra, Indonesia), Prionailurus bengalensis trevelyani (pakistan), dan Prionailurus bengalensis iriomotensis (Jepang).
Konservasi Kucing Hutan(Kucing Leopard)
Kucing alas (Prionailurus bengalensis) dikategorikan di suatu status konservasi Least Concern (Resiko Rendah) akibat
IUCN Redlistkecuali pada sub spesies P.B iriomotensis yang berstatuskan Endangered (Terancam).
Sedangkan akibat CITES, kucing alas didaftar di Apendiks II Kecuali untuk kucing jenis alas dari komunitas di Bangladesh, India dan Thailand yang dimasukkan di daftar Apendiks I. Di berbagai negara, kucing liar bermotif yang sangat mirip dengan harimau tutul ini pun dilindungi akibat hukum daerah masing - masing termasuk di Indonesia yang memasukkan binatan ini di daftar binatang binatang yang dilindungi berasas
PP No. 7 Tahun 1999tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.
Apalah namanya kucing hutan, meong congkok, leopard cat, kucing harimau tutul, alias Prionailurus bengalensis yang pastinya kucing liar ini telah memilih Indonesia sebagai salah satu habitatnya, jadi mari kita lestarikan ! Kucing Leopard
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Ordo: Carnivora; Famili: Felidae; Genus: Prionailurus; Spesies: P. bengalensis; Nama binomialPrionailurus bengalensis ( Kerr , 1792).
Kucing Leopard (Kucing Hutan Bengal)
Demikan ulasan mengenai Kucing Leopard (Kucing Hutan Bengal), semoga tulisan ini dapat bermanfaat pembaca terima kasih
Artikel ini diposting pada label , jenis kucing lucu, cara perawatan kucing bengal, , tanggal 09-09-2019



Komentar
Posting Komentar