9 Jenis Spesies Kucing Indonesia - Hi, selamat siang bersua lagi dengan situs info kucing terkeren pada artikel ini kami akan membahas hal tentang seputar kucing terlengkap penyakit pada kucing yang bisa menular ke manusia lihat selengkapnya 9 Jenis Spesies Kucing Indonesia Untuk menerima pembahasan pembahasan lain nya yang tentu termahal, silahkan berkunjung situs
9 Jenis Spesies Kucing Indonesia - Hi, selamat siang bersua lagi dengan situs info kucing terlengkap artikel ini kami akan membahas hal tentang seputar kucing terlengkap Untuk menerima pembahasan pembahasan lain nya yang tentu terbaik, silahkan berkunjung situs https://seputarkucing18.blogspot.com
Jenis kucing di Indonesia terbilang cukup bayak. Sekitar 40 Spesies kucing anggara di dunia, 9 jenis diantaranya bisa kedapatan di Indonesia. Beberapa jenis diantaranya tergolong genus kucing anggara endemik Indonesya yang tidak bisa kedapatan di alun-alun lain pastinya.
Spesies kucing anggara melambangkan jenis - jenis kucing yang bernapas di alam bebas. Spesies kucing tersebut terkumpul pada famili Felidae. Famili ini mencakup beraneka macam jenis genus kucing termasuk kucing besar seperti harimau, singa, harimau tutul, dengan jaguar.
Sejarah
Jenis genus kucing anggara yang asli Indonesia dengan bernapas secara alami berjumlah 9 Jenis genus kucing. Aneka jenis genus kucing anggara asli Indonesia itu adalah:
| Kucing Congkok alias Leopard Cat |
Kucing Congkok alias Leopard Cat (Prionaliurus bengalensis)
Kucing congkok melambangkan genus kucing anggara dengan alun-alun ceceran yang luas dari mulai Pakistan,China,hingga Filipina, termasuk di Indonesia (Sumatera, Kalimantan, dengan Jawa).
Ciri khas pada kucing congkok ini merupakan bulunya yang berwarna kuning bubuk - bubuk dengan pola bintik aswad di seluruh awak menyerupai harimau bintik dengan sedangkan belahan gua garba dengan dada berwarna putih.
Popilasinya masih dianggap aman sehingga IUCN Redlist memberikan kedudukan Least Concern. Lebih lengkapnya baca:
Kucing Hutan Kucing Leopard.![]() |
| Kucing Hutan alias Flat-headed Cat |
Kucing Hutan alias Jungle Cat alias Flat-headed Cat (Prionailurus planiceps)
Kucing alas melambangkan jenis genus kucing anggara dengan
nama latinPrionailurus planiceps. Kucing dengan ukuran bujur awak berkisar 41-50cm dengan dengan beban 1m5-2,5kg ini menjalar hanya di Semenanjung Malaysia, Sumatera, dengan Kalimantan. Habitat hidupnya merupakan alun-alun kapling basah seperti tepi sungai , rawa, balong dengan tepi pantai.
Pola dengan kombinasi bermacam-macam bulunya yang unik. Bagian akal berwarna merah berangsur - angsur menjadi putih di belahan dada, leher dengan gua garba bawah. Kaki, seluruh tubuh, dengan belakang berwarna hitam. Telapak kakinya dilengkapi selapu renang yang memungkinkan hewan ini bisa beranjak cepat di tanah yang berlumpur dengan berenang dengan mudah. Ciri khusus lainnya merupakan bentuk akal yang pipih.
IUCN Redlistmemasukkannya pada kedudukan Endangered.
![]() |
| Kucing Bakau alias Fishing Cat |
Kucing Bakau alias Fishing Cat (Prionailurus viverrinus)
Kucing bakau menjalar di Asia Selatan dengan Asia Tenggara yang pastinya di Indonesia tepatnya di Pulau Sumatra dengan Jawa. Seperti kucing congkok, kucing bakau juga menyukai bernapas di danau sepanjang tepi sungai dengan alas bakau. Tubuh kucing bakau ini berukuran sekitar 57-78 cm dengan bujur belakang 20-30 cm. Berat mencapai 5-16 kg. Bulunya yang berwarna bubuk - bubuk hijau zitun dengan pola bintik yang membentuk garis membujur di sepanjang tubuh.
Hewan nokturnal ini ahli berenang bahkan mampu menyelam untuk menangkap mangsa. Lebih lengkapnya baca :
Kucing Bakau.![]() |
| Kucing Merah alias Borneo Bay Cat |
Kucing Merah alias Borneo Bay Cat alias Bornean Red Cat (Pardofelis badia)
Kucing merah (Catopuma badia) merupakan
hewan endemikKalimantan. Tubuhnya beruluran 53-67 cm. Ekor sepanjang 32-39 cm. Berat badan mencapai 3-4 kg. Mengenai kucing merah, baca penjelasan sepenuhnya di artikel
Kucing Merah![]() |
| Kucing Emas alias Asiatic Golden Cat |
Kucing Emas alias Asiatic Golden Cat (Pardofelis temminckii)
Kucing aurum berukuran yang cukup dengan bujur awak 66-105 cm, memiliki bujur belakang 40-57 cm, beban badan 9-16 kg dengan tinggi bahu 56 cm. Daerah sebarannya meliputi seluruh Asia Selatan, China dengan Asia Tenggara termasuk
Indonesia(hanya di Sumatera). Dengan ukuran tubuhnya yang lumayan besar, kucing aurum ini mampu memangsa berbagai
burung, tikus besar,
reptil, kambing, domba, menjangan muda hingga anak kerbai. Selengkapnya di artikel:
Kucing Emas.
![]() |
| Kucing Batu alias Marbled Cat |
Kucing Batu alias Marbled Cat (Pardofelis marmorata)
Kucing berangkal (Pardofelis marmorata) berukuran kecil dengan bujur awak 45-62 cm, bujur belakang 35-55 cm dengan beban 2-5 kg. Kucing yang banyak gesit dengan ahli memanjat ini memiliki pola awak hampir meyerupai harimau dahan. Selengkapnya di Artikel :
Kucing Batu![]() |
| Macan Dahan alias Sunda Clouded Leopard |
Macan Dahan alias Sunda Clouded Leopard (Neofelis diardi)
Macan ampak melambangkan genus kucing anggara dengan ukuran awak sedang. Macan ampak (Neofelis diardi) yang berkeluarga dekat dengan harimau ampak asia (Neofelis nebulosa) ini terdiri atas dua sub genus yaitu sub genus Sumatera (Neofelis diardi) dengan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis). Selengkapnya di artkikel:
Macan Dahan.
![]() |
| Macan Tutul Jawa alias Leopard |
Macan Tutul Jawa alias Macan Kumbang alias Leopard (Panthera pardus melas)
Macan bintik jawa melambangkan sub genus harimau bintik yang hanya ada di tanah Jawa saja. Kucing yang berukuran besar ini memegang motif bulu yang khas dengan bintik tutulnya. Sering juga didapati variasi bulu bermacam-macam aswad mengkilat sehingga variasi ini sering kali dinamakan sebagai harimau kumbang. IUCN Redlist menetapkan statusnya pada Critically Endangered (Kritis). Untuk kian lengkapnya di artikel:
Macan Tutul.![]() |
| Harimau Sumatera alias Sumatran Tiger |
Harimau Sumatera alias Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae)
Harimau Sumatera (Pathera tigris sumatrae) melambangkan alpa satu dari 7 sub genus gembong di alam dengan satu - satunya darii ketiga sub genus gembong Indonesia yang masih bertahan bernapas hingga kini. kucing yang besar ini dengan ukuran awak sekitar 198-204 cm dengan beban 90-150 kg ini hanya bisa kedapatan di tanah Sumatera Indonesia. Populasinya diperkirakan tidak kian dari 400 ekor. Lantaran itu IUCN Redlist menggolongkan pada kedudukan Critically Endangered (kritis). Untuk penjelasan kian lengkap baca:
Harimau SumateraKucing Congkok, kucing hutan, kucing bakau, kucing merah, kucing emas, dengan kucing berangkal sering skali hanya disebut sebagai kucing alas saja. Dan di sisi kesembilan jenis kucing anggara tersebut yang ada di Indonesia juga ada juga Kucing Rumah alias Domestic Cat (Felis catus) yang biasa dipelihara oleh orang orang.
Cukup sekian artikel mengenai 9 Jenis Spesies Kucing Indonesia, semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan pembaca salam
tulisan ini diposting pada label penyakit pada kucing yang bisa menular ke manusia, ras kucing himalaya, , tanggal 09-09-2019
|https://seputarkucing18.blogspot.com|seputarkucing18}
Jenis kucing di Indonesia terbilang cukup bayak. Sekitar 40 Spesies kucing anggara di dunia, 9 jenis diantaranya bisa kedapatan di Indonesia. Beberapa jenis diantaranya tergolong genus kucing anggara endemik Indonesya yang tidak bisa kedapatan di alun-alun lain pastinya.
Spesies kucing anggara melambangkan jenis - jenis kucing yang bernapas di alam bebas. Spesies kucing tersebut terkumpul pada famili Felidae. Famili ini mencakup beraneka macam jenis genus kucing termasuk kucing besar seperti harimau, singa, harimau tutul, dengan jaguar.
Sejarah
Jenis genus kucing anggara yang asli Indonesia dengan bernapas secara alami berjumlah 9 Jenis genus kucing. Aneka jenis genus kucing anggara asli Indonesia itu adalah:
| Kucing Congkok alias Leopard Cat |
Kucing Congkok alias Leopard Cat (Prionaliurus bengalensis)
Kucing congkok melambangkan genus kucing anggara dengan alun-alun ceceran yang luas dari mulai Pakistan,China,hingga Filipina, termasuk di Indonesia (Sumatera, Kalimantan, dengan Jawa).
Ciri khas pada kucing congkok ini merupakan bulunya yang berwarna kuning bubuk - bubuk dengan pola bintik aswad di seluruh awak menyerupai harimau bintik dengan sedangkan belahan gua garba dengan dada berwarna putih.
Popilasinya masih dianggap aman sehingga IUCN Redlist memberikan kedudukan Least Concern. Lebih lengkapnya baca:
Kucing Hutan Kucing Leopard.![]() |
| Kucing Hutan alias Flat-headed Cat |
Kucing Hutan alias Jungle Cat alias Flat-headed Cat (Prionailurus planiceps)
Kucing alas melambangkan jenis genus kucing anggara dengan
nama latinPrionailurus planiceps. Kucing dengan ukuran bujur awak berkisar 41-50cm dengan dengan beban 1m5-2,5kg ini menjalar hanya di Semenanjung Malaysia, Sumatera, dengan Kalimantan. Habitat hidupnya merupakan alun-alun kapling basah seperti tepi sungai , rawa, balong dengan tepi pantai.
Pola dengan kombinasi bermacam-macam bulunya yang unik. Bagian akal berwarna merah berangsur - angsur menjadi putih di belahan dada, leher dengan gua garba bawah. Kaki, seluruh tubuh, dengan belakang berwarna hitam. Telapak kakinya dilengkapi selapu renang yang memungkinkan hewan ini bisa beranjak cepat di tanah yang berlumpur dengan berenang dengan mudah. Ciri khusus lainnya merupakan bentuk akal yang pipih.
IUCN Redlistmemasukkannya pada kedudukan Endangered.
![]() |
| Kucing Bakau alias Fishing Cat |
Kucing Bakau alias Fishing Cat (Prionailurus viverrinus)
Kucing bakau menjalar di Asia Selatan dengan Asia Tenggara yang pastinya di Indonesia tepatnya di Pulau Sumatra dengan Jawa. Seperti kucing congkok, kucing bakau juga menyukai bernapas di danau sepanjang tepi sungai dengan alas bakau. Tubuh kucing bakau ini berukuran sekitar 57-78 cm dengan bujur belakang 20-30 cm. Berat mencapai 5-16 kg. Bulunya yang berwarna bubuk - bubuk hijau zitun dengan pola bintik yang membentuk garis membujur di sepanjang tubuh.
Hewan nokturnal ini ahli berenang bahkan mampu menyelam untuk menangkap mangsa. Lebih lengkapnya baca :
Kucing Bakau.![]() |
| Kucing Merah alias Borneo Bay Cat |
Kucing Merah alias Borneo Bay Cat alias Bornean Red Cat (Pardofelis badia)
Kucing merah (Catopuma badia) merupakan
hewan endemikKalimantan. Tubuhnya beruluran 53-67 cm. Ekor sepanjang 32-39 cm. Berat badan mencapai 3-4 kg. Mengenai kucing merah, baca penjelasan sepenuhnya di artikel
Kucing Merah![]() |
| Kucing Emas alias Asiatic Golden Cat |
Kucing Emas alias Asiatic Golden Cat (Pardofelis temminckii)
Kucing aurum berukuran yang cukup dengan bujur awak 66-105 cm, memiliki bujur belakang 40-57 cm, beban badan 9-16 kg dengan tinggi bahu 56 cm. Daerah sebarannya meliputi seluruh Asia Selatan, China dengan Asia Tenggara termasuk
Indonesia(hanya di Sumatera). Dengan ukuran tubuhnya yang lumayan besar, kucing aurum ini mampu memangsa berbagai
burung, tikus besar,
reptil, kambing, domba, menjangan muda hingga anak kerbai. Selengkapnya di artikel:
Kucing Emas.
![]() |
| Kucing Batu alias Marbled Cat |
Kucing Batu alias Marbled Cat (Pardofelis marmorata)
Kucing berangkal (Pardofelis marmorata) berukuran kecil dengan bujur awak 45-62 cm, bujur belakang 35-55 cm dengan beban 2-5 kg. Kucing yang banyak gesit dengan ahli memanjat ini memiliki pola awak hampir meyerupai harimau dahan. Selengkapnya di Artikel :
Kucing Batu![]() |
| Macan Dahan alias Sunda Clouded Leopard |
Macan Dahan alias Sunda Clouded Leopard (Neofelis diardi)
Macan ampak melambangkan genus kucing anggara dengan ukuran awak sedang. Macan ampak (Neofelis diardi) yang berkeluarga dekat dengan harimau ampak asia (Neofelis nebulosa) ini terdiri atas dua sub genus yaitu sub genus Sumatera (Neofelis diardi) dengan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis). Selengkapnya di artkikel:
Macan Dahan.
![]() |
| Macan Tutul Jawa alias Leopard |
Macan Tutul Jawa alias Macan Kumbang alias Leopard (Panthera pardus melas)
Macan bintik jawa melambangkan sub genus harimau bintik yang hanya ada di tanah Jawa saja. Kucing yang berukuran besar ini memegang motif bulu yang khas dengan bintik tutulnya. Sering juga didapati variasi bulu bermacam-macam aswad mengkilat sehingga variasi ini sering kali dinamakan sebagai harimau kumbang. IUCN Redlist menetapkan statusnya pada Critically Endangered (Kritis). Untuk kian lengkapnya di artikel:
Macan Tutul.![]() |
| Harimau Sumatera alias Sumatran Tiger |
Harimau Sumatera alias Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae)
Harimau Sumatera (Pathera tigris sumatrae) melambangkan alpa satu dari 7 sub genus gembong di alam dengan satu - satunya darii ketiga sub genus gembong Indonesia yang masih bertahan bernapas hingga kini. kucing yang besar ini dengan ukuran awak sekitar 198-204 cm dengan beban 90-150 kg ini hanya bisa kedapatan di tanah Sumatera Indonesia. Populasinya diperkirakan tidak kian dari 400 ekor. Lantaran itu IUCN Redlist menggolongkan pada kedudukan Critically Endangered (kritis). Untuk penjelasan kian lengkap baca:
Harimau SumateraKucing Congkok, kucing hutan, kucing bakau, kucing merah, kucing emas, dengan kucing berangkal sering skali hanya disebut sebagai kucing alas saja. Dan di sisi kesembilan jenis kucing anggara tersebut yang ada di Indonesia juga ada juga Kucing Rumah alias Domestic Cat (Felis catus) yang biasa dipelihara oleh orang orang.
Cukup sekian artikel mengenai 9 Jenis Spesies Kucing Indonesia, semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan pembaca salam
tulisan ini diposting pada label penyakit pada kucing yang bisa menular ke manusia, ras kucing himalaya, , tanggal 09-09-2019










Komentar
Posting Komentar